Articles
 
 130 Years of PVC
 Fact about PVC Material
 9 Misunderstanding about PVC Material
 Phthalate and Your Health
 Diisononyl Phthalate (DINP) Toys from PVC Material and Health
 Question Answer about Phthalate
 Plastic Material Recycle
 
home > product > articles > phthalate and your health
 
Phthalate and Your Health
 

Klaim 1: Phthalate menyebabkan penyakit kanker

Pada tahun 1980-an, beberapa jenis phthalate didemonstrasikan sebagai penyebab kanker hati pada tikus, ketika tikus-tikus tersebut diberi paparan phthalate dalam dosis yang tinggi dan dalam jangka waktu yang lama.

Akan tetapi riset selanjutnya menunjukkan bahwa kanker pada tikus-tikus tersebut disebabkan oleh suatu proses biologis yang spesifik terjadi dalam tubuh tikus, akan tetapi tidak terjadi pada tubuh manusia.

Pada tahun 2000, International Agency for Research on Cancer (IARC, yang merupakan organisasi resmi di bawah WHO) telah mengumumkan bahwa DOP/DEHP, jenis phthalate yang paling banyak digunakan, tidak digolongkan sebagai zat pemicu kanker pada manusia.

Klaim 2: Phthalate menyebabkan gangguan reproduksi

Phthalat dalam dosis tinggi yang dimasukkan dalam tubuh tikus telah diketahui mengganggu system reproduksi tikus jantan. Efek ini diyakini disebabkan karena terganggunya produksi hormone testosterone.

Beberapa studi mengklaim bukti adanya hubungan antara paparan phthalate dan efek gangguan system reproduksi pada manusia. Beberapa dari studi-studi yang paling banyak dirujuk tersebut, ketika ditinjau oleh tim peneliti yang ditunjuk pihak pemerintah, ternyata memiliki banyak kelemahan dalam metodologinya sehingga studi tersebut dinyatakan tidak memiliki cukup data untuk bisa disimpulkan.

Sementara itu beberapa riset menyimpulkan bahwa efek gangguan system reproduksi yang diamati pada tikus adalah tidak relevan bagi manusia, seperti juga yang terjadi pada mekanisme terjadinya kanker pada tikus.

Studi lain menunjukkan bahwa dosis phthalate yang tinggi yang dimasukkan ke dalam tubuh marmoset (sejenis kera kecil) ternyata samasekali tidak mengganggu system reproduksinya. Studi lain menunjukkan bahwa marmoset (yang merupakan mamalia seperti manusia, sehingga system reproduksinya lebih mewakili system reproduksi manusia) ternyata tidak mudah menyerap phthalate, sementara tikus sangat mudah menyerap phthalate. Pada mamalia, phthalate dengan mudah dihancurkan dalam proses metabolisme dan dengan cepat dibuang keluar dari tubuh.

 
 
  site policy  |  about changing text size